Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung memperkuat edukasi pencegahan ISPA dan gangguan pencernaan selama pancaroba, masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Warga diminta menjaga kebersihan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memeriksakan diri jika keluhan memburuk.
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Hanhan Siti Hasanah mengatakan langkah pencegahan dilakukan melalui edukasi kesehatan, penguatan peran puskesmas, dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Pemantauan kondisi kesehatan juga berlangsung melalui fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Hanhan mengingatkan perubahan musim perlu dihadapi dengan kewaspadaan, bukan kepanikan. Meski kasus ISPA di Kabupaten Bandung mulai menurun, upaya pencegahan dan pemantauan tetap diperlukan agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca.
Langkah sederhana untuk mencegah ISPA
Untuk mengurangi risiko penularan penyakit, masyarakat diimbau membiasakan cuci tangan menggunakan sabun. Kebersihan lingkungan dan sanitasi juga perlu dijaga, seiring penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari.
Khusus untuk mencegah ISPA, Dinkes meminta warga menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beristirahat cukup. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan selama kondisi cuaca berubah.
Warga yang sedang sakit juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin serta menggunakan masker. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain, terutama saat beraktivitas di sekitar anggota keluarga maupun masyarakat.
Pesan pencegahan itu menjadi penting karena pemantauan kasus sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan ISPA di Kabupaten Bandung pada pertengahan hingga akhir September 2026. Dinkes menyatakan jumlah kasus kini mulai turun, tetapi masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan tidak mengabaikan keluhan yang menetap.
Perhatikan keluhan dan tanda dehidrasi
Hanhan meminta warga segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan berkepanjangan atau kondisi yang semakin memburuk. Sesak napas, kesulitan minum, dan tanda-tanda dehidrasi termasuk kondisi yang perlu mendapat perhatian.
Warga dapat memeriksakan diri ke 62 puskesmas dan delapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bandung. Dinkes mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut saat membutuhkan pemeriksaan, khususnya ketika gejala tidak membaik.
Pada September 2026, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) ruang rawat inap nonintensif di RSUD Majalaya tercatat mencapai 83,55 persen. Pada periode yang sama, BOR di RSUD Oto Iskandar Di Nata sebesar 83,11 persen.
Angka keterisian itu menjadi salah satu gambaran situasi layanan kesehatan ketika kasus ISPA sempat meningkat. Hanhan menyampaikan kondisi kasus sekarang mulai menurun, namun pemantauan melalui fasilitas kesehatan masih diperlukan untuk mengikuti perkembangannya.
Pancaroba juga berisiko memicu gangguan pencernaan
Imbauan Dinkes tidak hanya menyangkut gangguan pernapasan. Selama masa peralihan musim, masyarakat juga diminta menjaga keamanan makanan dan minuman untuk mencegah gangguan pencernaan.
Hanhan mengingatkan makanan dan minuman yang dikonsumsi harus bersih, matang, dan aman. Kebersihan tangan, lingkungan, serta sanitasi menjadi bagian dari langkah yang dapat dilakukan warga untuk menekan risiko penyakit.
Dinkes menggabungkan edukasi kepada masyarakat dengan penguatan peran puskesmas dan pemantauan kondisi kesehatan. Dengan demikian, warga diharapkan memahami tindakan pencegahan sekaligus mengetahui kapan perlu mencari bantuan tenaga kesehatan.
Stasiun Klimatologi Jawa Barat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki musim hujan pada November 2026. Perubahan kondisi cuaca tersebut menjadi alasan bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan.
Di tengah perubahan musim, kebiasaan menjaga kebersihan, memperhatikan asupan dan istirahat, serta menerapkan etika batuk dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan sehari-hari. Dinkes mengingatkan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, dengan pencegahan yang dimulai dari perilaku hidup bersih dan sehat.
