Cristiano Ronaldo mengakhiri karier internasionalnya bersama Portugal setelah lebih dari dua dekade membela negaranya. Pengumuman yang disampaikan pada Kamis itu menutup perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003—karier penuh rekor yang ikut mengantar Portugal meraih trofi besar pertamanya, tetapi juga meninggalkan perdebatan tentang waktu yang tepat untuk mundur.
“Perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 dan mengubah hidup saya selamanya telah berakhir,” tulis Ronaldo di Instagram. Keputusan tersebut disebutnya sebagai keputusan sulit. Namun, akhir kariernya datang di tengah situasi yang jauh dari perpisahan ideal.
Dari final Euro 2004 ke puncak kejayaan Portugal
Ronaldo baru berusia 19 tahun ketika membantu Portugal mencapai final Euro 2004. Ia tampil menonjol hingga masuk Tim Terbaik Turnamen. Dua tahun kemudian, ia kembali berperan saat Portugal melangkah ke semifinal Piala Dunia di Jerman.
Sejak awal, ambisi Ronaldo terlihat berbeda. Bakat besar memang sudah dimilikinya, tetapi dorongan untuk terus menang dan mencapai kesempurnaan menjadi ciri yang paling membekas. Rui Costa, yang bermain bersamanya di Euro 2004, pernah menyebut belum pernah melihat pemain yang lebih lapar akan kesuksesan.
“Kami semua tahu dia akan menjadi pemenang Ballon d’Or,” kata Rui Costa kepada Tuttosport, mengenang Ronaldo yang saat itu masih sangat muda.
Pengaruhnya turut mengubah capaian Portugal. Sebelum generasi Ronaldo, hasil terbaik negara itu di turnamen internasional besar adalah peringkat ketiga Piala Dunia 1966, dengan Eusebio sebagai tokoh penting. Ronaldo kemudian membawa Portugal ke final Euro 2004 dan ikut mengantarkan tim tersebut meraih gelar turnamen besar pertama mereka.
Puncak itu datang di Euro 2016. Portugal tidak tampil sebagai calon juara yang meyakinkan sepanjang kompetisi di Prancis. Mereka bahkan lolos dari fase grup setelah format turnamen membuka jalan bagi sejumlah tim peringkat ketiga. Namun, Ronaldo tetap menjadi bagian utama dari perjalanan menuju gelar, meski mengalami cedera pada laga final.
Rekor Euro dan batas pengaruh Ronaldo di Piala Dunia
Catatan Ronaldo di Kejuaraan Eropa sulit disisihkan. Ia memegang rekor gol terbanyak di putaran final Euro, yakni 14, serta assist terbanyak dengan tujuh. Bagi dirinya, angka-angka itu mungkin kalah penting dibanding keberhasilan mengangkat trofi pada 2016—gelar yang selama ini belum pernah diraih Portugal.
Di Piala Dunia, kisahnya lebih rumit. Ronaldo pernah mencetak hat-trick melawan Swedia pada play-off 2014 dan mengulanginya saat menghadapi Spanyol di Rusia pada 2018. Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia. Namun, rentang karier yang panjang itu tidak selalu berbanding lurus dengan pengaruhnya di fase penentuan.
Catatan yang kerap disorot adalah hanya satu gol Ronaldo di babak gugur Piala Dunia, yakni melalui penalti melawan Kroasia. Penampilan Euro 2024 pun dinilai mengecewakan. Kontras antara rekor individual dan dampak pada panggung terbesar itulah yang membuat penilaian atas warisannya tak sepenuhnya sederhana.
Akhir karier yang tak lepas dari kontroversi
Pengumuman pensiun datang ketika Ronaldo masih menjalani skorsing 30 hari dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Skorsing itu berkaitan dengan keputusannya meninggalkan tim nasional sebelum pertandingan Nations League melawan Denmark di Kopenhagen pada Oktober, setelah perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus.
FPF menyatakan tak ingin pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak dalam sepak bola internasional itu menutup kariernya dengan cara yang memalukan. Federasi tersebut bertekad menyiapkan penghormatan agar para penggemar dan masyarakat Portugal dapat merayakan kontribusi Ronaldo. Pernyataan itu mengisyaratkan kemungkinan laga perpisahan, meski belum memastikan waktu maupun bentuk acaranya.
Di sinilah muncul kritik bahwa Ronaldo terlalu lama menunda pensiun dari tim nasional. Bagi sebagian orang, akhir yang datang di tengah skorsing dan ketegangan terasa kurang sepadan dengan pengabdian panjangnya. Namun, penghormatan di tanah airnya tetap dianggap pantas bagi pemain yang membawa Portugal melewati banyak tonggak sejarah.
Ronaldo meninggalkan timnas dengan warisan yang terdiri atas dua sisi: rekor yang luar biasa dan perdebatan tentang bagaimana ia mengakhiri perjalanannya. Apa pun penilaian atas masa-masa terakhirnya, kariernya telah mengubah ukuran keberhasilan Portugal. Kini, FPF berpeluang memberi penutup yang lebih layak bagi kisah panjang sang kapten—sekaligus kesempatan bagi publik untuk mengenang apa yang telah ia berikan.
