Kekhawatiran soal nomor telepon disadap kembali mencuat setelah muncul dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Bareskrim Polri menyebut nomor sasaran dimasukkan ke Lawful Interception Management System (LIMS), sistem yang terhubung dengan jaringan operator seluler.
Namun, penyadapan tidak selalu meninggalkan tanda yang terlihat pada ponsel. Cara kerja LIMS berbeda dari spyware atau aplikasi penguntit yang dipasang langsung di perangkat. Karena itu, baterai boros atau ponsel melambat saja tidak cukup untuk memastikan seseorang sedang disadap.
Penyadapan melalui operator tak meninggalkan tanda di ponsel
LIMS menghubungkan aparat penegak hukum dengan jaringan operator. Dalam dugaan yang disampaikan Bareskrim, nomor sasaran dimasukkan melalui sistem pemantauan, lalu operator mengalirkan salinan komunikasi. Data yang dapat diambil mencakup panggilan telepon biasa, SMS, serta informasi aktivitas, seperti waktu dan lokasi koneksi.
Karena proses berlangsung di jaringan operator, ponsel tidak menunjukkan perubahan khusus. Pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan tidak ada indikator seperti baterai cepat habis atau aplikasi asing ketika penyadapan dilakukan melalui jalur tersebut.
Petunjuk yang mungkin muncul adalah informasi yang hanya disampaikan lewat telepon atau SMS diketahui pihak lain. Meski begitu, kebocoran informasi tersebut bukan bukti pasti penyadapan, sebab ada kemungkinan informasi tersebar melalui jalur lain.
Untuk percakapan sensitif, Alfons menyarankan pengguna menghindari telepon biasa dan SMS, lalu memilih layanan dengan enkripsi ujung ke ujung, seperti Signal, WhatsApp, atau Secret Chat di Telegram. Enkripsi dapat melindungi isi pesan dari pembacaan melalui LIMS, tetapi tidak otomatis menyembunyikan metadata, termasuk waktu, lokasi, dan pihak yang berkomunikasi.
Spyware canggih menyasar orang tertentu
Jalur lain adalah spyware yang masuk langsung ke ponsel. Perangkat lunak seperti Pegasus dan Predator dapat mengakses berbagai isi perangkat, bahkan pesan yang terenkripsi. Sebagian spyware berkemampuan tinggi dapat menginfeksi ponsel tanpa korban mengeklik tautan.
Serangan semacam ini umumnya menyasar orang tertentu, seperti jurnalis, aktivis, dan politisi, karena spyware tersebut berbiaya sangat mahal. Bagi pengguna iPhone, salah satu petunjuk yang dapat dipercaya adalah notifikasi ancaman dari Apple. Perusahaan itu mengirimkan peringatan kepada pengguna yang dinilai menjadi sasaran serangan spyware individual.
Keaslian notifikasi dapat diperiksa melalui account.apple.com. Peringatan resmi tidak meminta penerima membuka lampiran, memasang aplikasi, atau memberikan kata sandi. Jika menerima notifikasi, pengguna berisiko tinggi disarankan menghubungi layanan bantuan keamanan digital Access Now yang beroperasi 24 jam.
Pemeriksaan lebih mendalam dapat dilakukan menggunakan Mobile Verification Toolkit (MVT), alat sumber terbuka dari Amnesty International Security Lab untuk mencari jejak spyware pada iPhone dan Android. Pengoperasiannya melalui komputer dan membutuhkan kemampuan teknis, sehingga bantuan ahli lebih sesuai. Pembaruan rutin sistem operasi dan aplikasi juga penting karena spyware dapat memanfaatkan celah keamanan yang belum ditambal. Pengguna iPhone yang berisiko tinggi dapat mempertimbangkan Lockdown Mode, yang membatasi sejumlah fitur yang kerap menjadi pintu masuk serangan.
Aplikasi penguntit dan tanda yang perlu dicermati
Berbeda dari spyware kelas tinggi, aplikasi penguntit atau stalkerware dijual bebas dan biasanya dipasang setelah pelaku sempat memegang ponsel korban. Pelaku dapat memantau lokasi, pesan, foto, hingga riwayat panggilan. Karena itu, orang yang memasangnya bisa saja merupakan orang dekat, seperti pasangan atau anggota keluarga.
Tanda yang patut diperiksa antara lain aplikasi yang tidak dikenal, penggunaan data yang meningkat, ponsel menyala ulang sendiri, atau baterai lebih cepat habis. Namun, semua gejala itu juga bisa disebabkan masalah teknis lain. Pemeriksaan penggunaan baterai dan aplikasi di pengaturan dapat membantu mencari aktivitas yang tidak wajar, tetapi hasilnya tetap perlu dibaca dengan hati-hati.
Coalition Against Stalkerware menyebut petunjuk yang kerap paling terasa justru perubahan perilaku seseorang: ia tiba-tiba mengetahui aktivitas atau keberadaan pemilik ponsel. Indikasi ini pun perlu dipertimbangkan bersama konteks lain, bukan langsung dianggap sebagai bukti tunggal.
Bedakan gejala teknis dan bukti penyadapan
Langkah pencegahan perlu disesuaikan dengan jalurnya. Gunakan aplikasi terenkripsi untuk komunikasi sensitif, perbarui perangkat secara rutin, dan jaga ponsel agar tidak mudah diakses orang lain. Bila ada notifikasi ancaman resmi atau kecurigaan serius, mintalah bantuan ahli keamanan digital untuk pemeriksaan.
Baterai yang cepat habis atau ponsel lemot memang layak diperiksa, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan adanya penyadapan. Memahami perbedaan antara pemantauan lewat jaringan operator, spyware, dan stalkerware membantu pengguna mengambil langkah yang lebih tepat—tanpa mengabaikan tanda yang benar-benar perlu ditindaklanjuti.
