Basarnas mengevakuasi seorang pebalap Moto2 asal Spanyol melalui jalur udara setelah ia mengalami kecelakaan saat sesi Qualifying 1 (Q1) MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 11 Oktober 2026. Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Dauphin HR-3601 setelah tim medis sirkuit merekomendasikan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan keputusan membawa pebalap tersebut melalui Evakuasi Medis Udara (EMU) diambil berdasarkan rekomendasi tim medis di sirkuit. Basarnas kemudian mengerahkan helikopter untuk mendukung pemindahan pasien.
Evakuasi dilakukan setelah rekomendasi tim medis
Insiden terjadi ketika pebalap itu menjalani sesi Q1 dalam rangkaian MotoGP Indonesia 2026. Setelah kecelakaan, tim medis sirkuit menilai ia perlu memperoleh penanganan medis lanjutan di rumah sakit rujukan. Keterangan yang disampaikan Hariyadi tidak merinci kondisi cedera maupun identitas pebalap tersebut.
“Langkah ini diambil setelah tim medis sirkuit merekomendasikan penanganan medis lanjutan di rumah sakit rujukan,” kata Hariyadi, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 11 Oktober 2026.
Basarnas menggunakan helikopter Dauphin HR-3601 untuk pelaksanaan evakuasi. Informasi yang tersedia menyebut helikopter itu sebagai sarana evakuasi medis udara, tetapi tidak menjelaskan rute penerbangan, waktu tempuh, ataupun nama rumah sakit yang menjadi tujuan.
Dengan demikian, hal yang telah dikonfirmasi dalam keterangan tersebut adalah adanya kecelakaan saat Q1, rekomendasi tim medis sirkuit untuk penanganan lanjutan, serta pengerahan helikopter Basarnas. Belum ada rincian lebih jauh mengenai proses perawatan setelah pebalap tiba di rumah sakit.
Helikopter Basarnas disiagakan untuk layanan medis udara
Helikopter Dauphin HR-3601 digunakan Basarnas dalam pelayanan medis udara pada ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika. Evakuasi terhadap pebalap asal Spanyol itu menjadi salah satu pelaksanaan layanan tersebut selama gelaran berlangsung.
Dalam penanganan ini, rekomendasi tim medis sirkuit menjadi dasar untuk membawa pebalap ke rumah sakit rujukan. Basarnas menjalankan evakuasi menggunakan helikopter setelah kebutuhan penanganan lanjutan disampaikan. Keterangan Hariyadi tidak memuat informasi mengenai tahapan medis sebelum pemindahan ataupun koordinasi lebih rinci antara petugas.
Evakuasi udara juga membedakan proses pemindahan ini dari penanganan yang hanya berlangsung di area sirkuit. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan alasan khusus pemilihan jalur udara, termasuk pertimbangan jarak atau kondisi lalu lintas. Karena itu, rincian tersebut tidak dapat dipastikan dari keterangan yang disampaikan.
Begitu pula mengenai dampak kecelakaan terhadap keikutsertaan pebalap dalam sesi berikutnya. Belum ada informasi dalam keterangan yang dirujuk mengenai apakah ia dapat kembali mengikuti rangkaian balapan, atau bagaimana perkembangan kondisinya setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Informasi kondisi pebalap belum dirinci
Hingga keterangan tersebut disampaikan, nama pebalap, tingkat cedera, serta hasil pemeriksaan medis lanjutan belum disebutkan. Tidak ada pula penjelasan mengenai detail kecelakaan yang terjadi di lintasan saat Q1. Informasi yang dipastikan masih terbatas pada waktu kejadian, asal pebalap, rekomendasi tim medis, dan penggunaan helikopter Basarnas.
Rincian lanjutan mengenai kondisi pebalap dan penanganannya akan menjadi informasi penting setelah evakuasi. Untuk sementara, keterangan resmi yang tersedia menegaskan bahwa tim medis sirkuit merekomendasikan rujukan ke rumah sakit dan Basarnas melaksanakan pemindahan melalui udara. Pembaruan berikutnya diperlukan untuk mengetahui perkembangan pasien maupun dampaknya terhadap kiprahnya dalam ajang MotoGP Indonesia 2026.
