Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Kolaborasi yang dijalankan melalui BKPH Pasarsore itu juga diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Perhutani menyampaikan penguatan sinergi tersebut di Cepu pada 3 November 2026. Upaya itu melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI, pemerintah desa, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Menurut Perhutani, pengelolaan hutan membutuhkan dukungan bersama, bukan hanya kerja satu lembaga.
Kerja sama lintas sektor diharapkan membantu menjaga kawasan hutan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. Komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan juga dinilai penting untuk mengenali potensi masalah lebih awal dan membangun kesadaran masyarakat mengenai perlindungan lingkungan.
Kolaborasi Perhutani dan Polri di kawasan hutan
Kepala BKPH Pasarsore Suparno, yang mewakili Administratur KPH Cepu, mengatakan Perhutani mengusung semangat Sinergi Membangun Negeri. Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang berfokus pada pelestarian lingkungan, keamanan kawasan hutan, serta pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
Dalam pandangan Suparno, keberhasilan pengelolaan hutan berkaitan dengan keterlibatan banyak unsur. Perhutani, kata dia, memerlukan dukungan masyarakat dan instansi terkait agar upaya menjaga hutan dapat berjalan seiring dengan kepentingan warga yang hidup di sekitarnya.
Sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan LMDH dipandang sebagai modal untuk membangun pengelolaan kawasan yang aman, lestari, dan produktif. Koordinasi antarpihak dapat membantu mengantisipasi potensi persoalan sejak dini. Di saat yang sama, komunikasi yang rutin membuka ruang bagi tumbuhnya pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga sumber daya alam.
Perhutani menempatkan keamanan dan kelestarian sebagai dua hal yang saling berkaitan. Kawasan yang terjaga membutuhkan upaya pencegahan terhadap gangguan, sekaligus kesadaran bersama agar lingkungan tidak mengalami kerusakan. Karena itu, kolaborasi tidak hanya menyangkut hubungan antarlembaga, tetapi juga keterlibatan warga dalam menjaga hutan.
Polisi dorong patroli bersama dan edukasi warga
Kapolsek Jiken AKP Rustam menyatakan kepolisian mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Ia menilai kerja lintas sektor penting untuk menciptakan situasi yang kondusif, mencegah gangguan keamanan, dan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan.
Rustam berharap hubungan dan koordinasi antara Perhutani dengan jajaran kepolisian terus ditingkatkan. Bentuk kegiatan yang diharapkan mencakup komunikasi sosial, patroli bersama, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah-langkah itu dapat menjadi bagian dari pencegahan untuk menekan potensi gangguan keamanan maupun kerusakan lingkungan.
Rencana tersebut menekankan pentingnya tindakan bersama sebelum masalah berkembang. Komunikasi sosial dapat menjaga hubungan antara petugas dan masyarakat, sementara patroli bersama serta edukasi diharapkan memperkuat perhatian terhadap kondisi hutan. Namun, Perhutani dan Polri belum merinci jadwal maupun bentuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan itu.
Peran warga sekitar juga menjadi bagian dari pendekatan yang disampaikan kedua pihak. Masyarakat yang memahami pentingnya hutan dapat ikut mendukung upaya perlindungan lingkungan, sedangkan koordinasi dengan instansi terkait membantu menyatukan langkah. Perhutani menilai komunikasi berkelanjutan memungkinkan potensi persoalan dibicarakan dan diantisipasi bersama.
Hutan lestari dan kesejahteraan masyarakat
Kolaborasi di Cepu tidak hanya diarahkan pada keamanan kawasan. Perhutani juga mengaitkannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar hutan. Dengan demikian, perlindungan hutan dan manfaat bagi masyarakat ditempatkan sebagai tujuan yang perlu berjalan berdampingan.
Hutan, menurut Perhutani, merupakan aset negara sekaligus warisan bagi generasi mendatang. Kawasan yang lestari berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan keseimbangan alam, serta dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sudut pandang ini menempatkan keberlanjutan sebagai kepentingan bersama, bukan semata tanggung jawab pengelola hutan.
Perhutani bersama Polri dan unsur masyarakat menyatakan berkomitmen memperkuat kebersamaan dalam menjaga kawasan hutan. Tantangan berikutnya ialah meneruskan koordinasi tersebut menjadi upaya pencegahan yang konsisten, termasuk melalui komunikasi, patroli, dan edukasi yang diharapkan dapat dilakukan bersama.
Keberlanjutan hutan Cepu pada akhirnya bergantung pada keterlibatan banyak pihak. Kerja sama yang terjaga antara petugas, pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan warga dapat menjadi landasan untuk merawat lingkungan sekaligus memastikan manfaatnya tetap dirasakan oleh masyarakat sekitar.
