Toyota memimpin daftar merek mobil terlaris di Indonesia pada September 2026, ketika dua merek asal China, BYD dan Jaecoo, juga berhasil masuk 10 besar. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan turun dibandingkan Agustus, tetapi masih tumbuh kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang September, distribusi mobil dari pabrik ke dealer atau wholesales mencapai 79.540 unit. Jumlah itu turun 2,7 persen dari bulan sebelumnya. Sementara penjualan dari dealer ke konsumen atau retail sales tercatat 81.243 unit, menyusut 2,6 persen dibandingkan Agustus yang mencapai 83.421 unit.
Koreksi bulanan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan tahunan. Wholesales September 2026 naik 28,1 persen dibandingkan September 2025, sedangkan retail sales bertambah 27,4 persen. Dengan demikian, penurunan dari bulan sebelumnya belum menghapus pertumbuhan penjualan yang tercatat dalam perbandingan setahun.
Daftar 10 merek mobil terlaris berdasarkan wholesales
Toyota berada di posisi pertama dengan distribusi 21.877 unit. Angka itu meningkat dari 20.358 unit pada Agustus. Daihatsu menyusul di peringkat kedua dengan 11.558 unit, sementara BYD menempati posisi ketiga setelah membukukan 6.031 unit.
Berikut daftar 10 merek dengan wholesales tertinggi pada September 2026:
- Toyota: 21.877 unit
- Daihatsu: 11.558 unit
- BYD: 6.031 unit
- Suzuki: 5.316 unit
- Mitsubishi Fuso: 4.725 unit
- Mitsubishi Motors: 4.661 unit
- Honda: 3.466 unit
- Jaecoo: 3.400 unit
- Hino: 3.262 unit
- Isuzu: 3.155 unit
BYD menjadi merek China dengan posisi tertinggi dalam daftar, sekaligus satu-satunya yang masuk tiga besar. Jaecoo menyusul di urutan kedelapan, dengan distribusi 3.400 unit. Di bawah mereka, Geely menempati posisi ke-11 dengan 2.273 unit, disusul Wuling di urutan ke-12 dengan 2.031 unit.
Penjualan retail: Toyota dan Daihatsu tetap dominan
Gambaran pasar berdasarkan penjualan ke konsumen tidak jauh berbeda di pucuk daftar. Toyota mencatat retail sales 21.648 unit, sedangkan Daihatsu meraih 12.317 unit. BYD kembali berada di urutan ketiga dengan 7.421 unit, mengungguli sejumlah merek Jepang.
Suzuki menempati peringkat keempat dengan 5.625 unit. Mitsubishi Motors berada di posisi kelima dengan 4.515 unit, diikuti Honda dengan 4.214 unit. Dalam daftar retail, Mitsubishi Fuso berada di urutan ketujuh dengan 4.168 unit, sementara Jaecoo menempati posisi kedelapan dengan 3.400 unit.
Isuzu dan Hino melengkapi 10 besar retail sales, masing-masing dengan 3.067 unit dan 2.824 unit. Susunan tersebut menunjukkan persaingan di luar tiga posisi teratas cukup rapat. Posisi beberapa merek pun berbeda antara data distribusi ke dealer dan penjualan ke konsumen.
Perbedaan itu penting diperhatikan saat membaca peringkat. Wholesales mencatat pengiriman dari pabrik kepada dealer, sedangkan retail sales merekam transaksi dealer kepada pembeli. Karena mengukur tahap yang berbeda, jumlah dan urutan merek pada kedua data tidak selalu sama.
Dua merek China masuk jajaran teratas
Masuknya BYD dan Jaecoo ke 10 besar menjadi salah satu sorotan data September. BYD mencatat 6.031 unit wholesales dan 7.421 unit retail sales. Adapun Jaecoo membukukan 3.400 unit pada kedua kategori tersebut, menempatkannya di urutan kedelapan dalam masing-masing daftar.
Di sisi lain, Toyota mempertahankan jarak cukup besar dari merek lain pada kedua ukuran penjualan. Namun, data satu bulan belum cukup untuk memastikan apakah posisi tersebut akan bertahan pada periode berikutnya. Perkembangan penjualan bulanan dan tahunan akan menjadi petunjuk penting untuk melihat arah persaingan pasar otomotif Indonesia.
Penurunan bulanan September berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan tahunan yang masih tinggi. Pergerakan berikutnya layak dicermati, terutama untuk melihat apakah merek-merek yang masuk jajaran atas dapat mempertahankan capaian ketika data penjualan bulan selanjutnya dirilis.
