Mantan pelatih timnas Portugal, Nelo Vingada, menilai keputusan Cristiano Ronaldo pensiun dari tim nasional datang terlambat. Menurut dia, waktu yang lebih tepat bagi kapten Al Nassr itu untuk mengakhiri karier internasional adalah setelah Piala Dunia 2026. Vingada juga tidak memperkirakan Ronaldo akan kembali ke lingkungan timnas Portugal dalam peran teknis ataupun manajerial setelah pensiun dari sepak bola.
Ronaldo mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis, mengakhiri perjalanan selama 23 tahun bersama Portugal. Keputusan itu datang setelah hubungan pemain dan pelatih Jorge Jesus memanas. Sebelumnya, Ronaldo sempat menyatakan ingin melanjutkan kiprahnya di timnas setelah menjalani sanksi larangan bermain.
Vingada sebut keputusan Ronaldo sebagai kerugian
Dalam wawancara khusus dengan Kooora pada Jumat, Vingada mengatakan pensiun dari timnas merupakan keputusan terbaik jika melihat rangkaian peristiwa yang terjadi. Namun, ia menegaskan tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan dari situasi tersebut. Perselisihan antara pemain dan pelatih, menurut dia, telah membuat hubungan keduanya sulit dipulihkan.
“Beberapa peristiwa terjadi, dan ada perselisihan antara pelatih dan pemain. Pernyataan-pernyataan yang keluar dari keduanya tidak menyisakan ruang untuk rekonsiliasi,” kata Vingada.
Ia menilai kepergian Ronaldo menjadi kehilangan besar bagi Portugal. Persoalan ini, kata Vingada, tidak dikelola dengan baik oleh kedua belah pihak. Meski begitu, mantan pelatih yang menangani Portugal pada 1993 tersebut menyebut keputusan Ronaldo dapat dipahami dari sisi teknis, kendati duduk perkara sebenarnya belum dijelaskan secara terbuka.
Perhatian terhadap masa depan Ronaldo di timnas sempat menguat setelah ia menyampaikan keinginan untuk terus bermain. Para pendukung Portugal menantikan kemungkinan dirinya kembali ke skuad setelah hukuman larangan bermain berakhir. Namun, alih-alih kembali, pemain berusia 41 tahun itu memilih mengakhiri karier internasionalnya.
Ketegangan dengan Jorge Jesus mengubah situasi
Keputusan pensiun itu muncul di tengah krisis dengan Jorge Jesus. Ketegangan tersebut berkaitan dengan kepergian Ronaldo dari kamp timnas di Kopenhagen tanpa izin. Tindakan itu disebut sebagai bentuk protes terhadap pernyataan sang pelatih.
Rangkaian kejadian tersebut membuat perubahan sikap Ronaldo terasa mengejutkan. Sebelumnya, ia masih menyampaikan niat untuk meneruskan karier internasional. Namun, menurut Vingada, perselisihan dan pernyataan dari kedua pihak kemudian mempersempit peluang untuk memperbaiki hubungan.
Vingada tidak menyebut adanya pemenang dalam konflik itu. Bagi Portugal, kehilangan Ronaldo berarti tim nasional harus menghadapi masa depan tanpa sosok yang selama 23 tahun menjadi bagian dari perjalanan mereka. Di sisi lain, keputusan untuk berpisah dinilai wajar dalam kondisi yang sudah berkembang, meskipun alasan lengkap di balik situasi tersebut belum dipaparkan.
Penilaian Vingada juga menyentuh soal waktu. Ia berpendapat Ronaldo seharusnya menunggu hingga Piala Dunia 2026 sebelum memutuskan pensiun. Dengan begitu, pemain tersebut dinilai memiliki kesempatan lebih baik untuk menutup kiprahnya bersama Portugal dengan cara yang layak.
Target 1.000 gol masih jadi perhatian Ronaldo
Meski karier internasionalnya berakhir, Vingada menilai Ronaldo masih punya alasan untuk terus bermain di level klub. Ia menyebut Ronaldo perlu melanjutkan karier bersama Al Nassr demi mengejar target mencetak 1.000 gol secepat mungkin. Menurut Vingada, pencapaian itu mungkin akan datang ketika Ronaldo sudah mendekati akhir kariernya sebagai pemain.
Vingada juga menyebut kemungkinan Ronaldo ingin bermain berdampingan dengan putranya di Al Nassr. Hal itu menjadi salah satu gambaran tentang ambisi pemain tersebut di sisa kariernya, meski belum ada keterangan lebih lanjut dalam pernyataan Vingada mengenai kapan target tersebut bisa terwujud.
Adapun peluang Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah pensiun, baik sebagai bagian dari tim teknis maupun dalam posisi manajerial, dinilai kecil oleh Vingada. Ia tidak memperkirakan mantan kapten Portugal itu akan mengambil peran semacam itu. Setelah benar-benar berhenti bermain, tujuan Ronaldo, menurut Vingada, kemungkinan lebih tertuju ke bidang di luar sepak bola.
Portugal memasuki babak baru tanpa Ronaldo
Pensiunnya Ronaldo menutup satu fase panjang bagi Portugal, tetapi juga menyisakan pertanyaan tentang bagaimana keputusan itu terjadi. Vingada menilai akhir karier internasional tersebut datang pada waktu yang kurang ideal dan di tengah hubungan yang memburuk. Ia berharap persoalan itu dapat dipahami lebih jelas, sebab hingga kini apa yang sebenarnya berlangsung belum seluruhnya diterangkan.
Bagi Ronaldo, perhatian kini beralih ke perjalanan bersama Al Nassr dan target pribadinya. Sementara itu, Portugal harus menatap agenda berikutnya tanpa pemain yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting tim nasional. Cara kedua pihak mengelola perpisahan ini akan ikut menentukan bagaimana babak baru tersebut dikenang.
