Aprilia belum memikirkan team order untuk membantu Jorge Martin dalam perebutan gelar MotoGP 2026, meski Marc Marquez makin konsisten naik podium dan hanya terpaut dua poin dari pemimpin klasemen saat itu. Raul Fernandez dan Ai Ogura menegaskan akan tetap berjuang meraih hasil terbaik, sembari mempertimbangkan situasi balapan jika persaingan gelar memasuki fase akhir.
Persoalan strategi tim mencuat karena Aprilia memiliki empat pebalap yang tampil kompetitif. Martin memimpin klasemen, Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga, Ogura di urutan kelima, sedangkan Fernandez menempati posisi ketujuh. Mereka dinilai bisa berpengaruh dalam perebutan posisi terdepan, termasuk saat berhadapan dengan Marquez.
Fernandez belum memikirkan perintah tim Aprilia
Fernandez mengatakan fokusnya saat ini adalah memberikan hasil terbaik bagi Trackhouse Aprilia. Ia belum ingin membahas kemungkinan mengalah atau membantu Martin. Menurutnya, pembicaraan tentang gelar baru relevan jika persaingan sudah mendekati dua balapan terakhir.
“Jika kita bisa menang, kita harus menang. Saya tidak memikirkan (perintah tim sekarang). Jika di dua balapan terakhir kita perlu memikirkan gelar juara, kita akan lihat dua balapan terakhir,” ujar Fernandez, dikutip dari Crash.
Pebalap Spanyol itu juga menyebut dirinya berlomba untuk Trackhouse dan harus memberikan yang terbaik bagi tim tersebut. Pernyataan itu menempatkan prioritas Fernandez pada performa pribadi dan tim satelitnya, bukan pada skenario menghalangi Marquez demi membantu rekan di tim pabrikan.
Sikap tersebut belum menutup kemungkinan adanya evaluasi strategi pada penghujung musim. Namun, dari pernyataan Fernandez, keputusan semacam itu belum menjadi pembahasan saat persaingan masih berlangsung. Ia memilih melihat perkembangan setelah beberapa seri berikutnya.
Ogura siap menyalip jika situasinya aman
Ogura menyampaikan sikap serupa dengan penekanan pada keselamatan dan kondisi di lintasan. Ia mengatakan tidak akan melakukan tindakan ceroboh jika Martin atau Bezzecchi berada di depannya. Namun, pebalap Jepang itu juga tidak menutup peluang untuk menyalip apabila merasa manuvernya aman.
“Jika Jorge atau Bez ada di depan saya, saya pasti tidak akan melakukan hal bodoh,” kata Ogura. “Tetapi jika saya merasa bisa menyalip dengan aman, maka tentu saja saya akan mencobanya. Itu sangat bergantung pada situasi mereka dan situasi saya.”
Pernyataan Ogura menunjukkan batas antara kerja sama tim dan persaingan di lintasan. Ia tidak menyebut adanya instruksi untuk membiarkan Martin atau Bezzecchi lewat. Keputusan untuk menyerang, menurutnya, tetap bergantung pada keadaan balapan dan risiko yang dihadapi.
Di Mandalika, Ogura lebih dulu menunjukkan kecepatannya dengan finis kedua pada sprint race, Sabtu (10/10). Martin berada di posisi keempat, sementara Bezzecchi dan Fernandez terlibat kecelakaan di tikungan pertama pada lap pembuka. Marquez memenangi sprint tersebut dan, menurut laporan saat itu, mengambil alih posisi puncak klasemen sementara dari Martin.
Aprilia menguasai podium balapan Mandalika
Hasil balapan utama sehari kemudian memperlihatkan kekuatan Aprilia di Sirkuit Mandalika. Bezzecchi menjadi pemenang, disusul Fernandez di posisi kedua dan Martin di urutan ketiga. Tiga pebalap Aprilia itu mengisi seluruh podium dalam balapan 27 lap di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Minggu (11/10).
Fernandez sempat memimpin dengan nyaman sebelum Bezzecchi menyalipnya pada lap ke-19. Bezzecchi kemudian mempertahankan posisi terdepan hingga finis, dengan keunggulan 4,260 detik atas Fernandez. Martin menuntaskan balapan di posisi ketiga, terpaut 6,890 detik dari pemenang.
Ogura finis keempat, hanya 0,114 detik di depan Pedro Acosta. Marquez, yang sebelumnya memenangi sprint, harus puas di posisi keenam setelah terlibat duel dengan Acosta. Ia sempat berada di posisi ketiga sebelum disalip Martin pada lap-lap awal, lalu berjuang mempertahankan posisi di tengah persaingan ketat.
Rangkaian hasil Mandalika memperlihatkan bahwa Aprilia memiliki beberapa pebalap yang mampu bersaing di depan. Namun, dominasi di satu seri belum dengan sendirinya menjawab apakah tim akan menerapkan team order. Dengan persaingan gelar yang masih berjalan dan hasil tiap balapan dapat berubah, perhatian berikutnya tertuju pada performa para pebalap serta keputusan Aprilia ketika musim mendekati penentuan.
