Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan lebat pada Sabtu, 10 Oktober. Hingga Minggu dini hari, banjir belum surut dan 672 warga dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Proses evakuasi serta pendataan masih berlangsung, sementara genangan dan akses jalan yang terputus menyulitkan petugas menjangkau beberapa lokasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana tersebut berdampak pada tiga kecamatan dan enam kelurahan. Lokasi yang terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Di antara kawasan yang mengalami dampak terparah adalah Guo Lapau Munggu di Kuranji serta Lumin Park dan Kampung Apa di Koto Tangah.
Wilayah terdampak dan kondisi banjir di Padang
Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut banjir paling parah terjadi di Guo Lapau Munggu dan kawasan Lumin Park. Wilayah lain juga terdampak, tetapi kondisinya tidak separah dua titik tersebut. Kampung Apa di Koto Tangah turut masuk dalam daftar lokasi dengan dampak berat.
Enam kelurahan yang dilaporkan terdampak adalah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Kawasan perumahan Luminpark di Lubuk Minturun juga kembali terendam. Wilayah itu pernah dilanda bencana serupa pada akhir November 2025.
Pantauan di lapangan pada Sabtu menunjukkan air masih tinggi di sejumlah titik dan mengganggu lalu lintas. Jalan By Pass di depan Rumah Sakit Siti Rahma tidak dapat dilalui karena genangan semakin tinggi. Kondisi serupa terjadi di depan pemakaman umum Tunggul Hitam, tempat kendaraan tak bisa melintas dan kemacetan panjang terjadi.
Ratusan warga mengungsi, pendataan masih berjalan
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Sumatera Barat pada Minggu pukul 03.34 WIB, sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Pada saat yang sama, BNPB melaporkan 672 warga mengungsi di Kelurahan Kuranji. Angka warga terdampak dan jumlah pengungsi merupakan catatan yang berbeda; keduanya masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Para pengungsi tersebar di tiga titik. Sebanyak 367 orang berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 orang di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, serta 55 orang di Warung Jembatan Guo. Sementara itu, tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi 238 orang.
Sebelum laporan jumlah pengungsi tersebut diperbarui, belasan warga sempat dilaporkan terjebak dan harus dievakuasi. Sejumlah video yang diterima CNN Indonesia memperlihatkan warga naik ke loteng untuk menyelamatkan diri sambil meminta pertolongan tim SAR. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban dalam laporan awal tersebut.
Rumah rusak dan akses jalan terputus
Kerusakan yang tercatat sementara mencakup satu rumah rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Sekitar 120 rumah lainnya dilaporkan terdampak banjir. Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pemeriksaan dan pendataan di lapangan.
Di Kuranji, akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo terputus. Kondisi itu menghambat perjalanan menuju wilayah terdampak dan menjadi tantangan bagi upaya evakuasi maupun penyaluran kebutuhan dasar. BNPB menyebut luasnya wilayah terdampak serta sejumlah akses yang terendam turut menyulitkan petugas menjangkau warga.
BPBD Kota Padang bersama instansi terkait melakukan kaji cepat, mendata warga, dan mengevakuasi mereka yang membutuhkan pertolongan. Bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi juga telah disalurkan oleh pihak-pihak terkait.
Perbaikan tanggul menjadi perhatian
Salah satu rekomendasi penanganan yang disampaikan BNPB adalah memperbaiki tanggul jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji. Perbaikan itu dinilai perlu untuk mendukung upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut, di samping penanganan darurat yang masih berjalan.
BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor, khususnya ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung lama. Warga di wilayah rawan diminta mengenali potensi bahaya di sekitarnya dan segera menuju tempat yang lebih aman jika situasi mengancam keselamatan.
Pendataan, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan pengungsi masih menjadi prioritas setelah banjir menerjang Padang. Perkembangan kondisi air, akses menuju kawasan terdampak, serta perbaikan tanggul akan menentukan langkah penanganan berikutnya. Warga diimbau mengikuti informasi dan arahan dari petugas setempat selama situasi darurat berlangsung.
