Seorang ibu menyelamatkan anak laki-lakinya yang berusia sekitar empat tahun saat kebakaran melanda rumah makan Padang di Jalan Pegambiran, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026) pagi. Terjebak di lantai tiga ketika api menghalangi jalan keluar, ia lebih dahulu mengarahkan anaknya ke bangunan di sebelah sebelum menyusul melompat.
Peristiwa itu terjadi di rumah makan yang beralamat di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013 RW 08. Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 07.35 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kebocoran gas dari tabung kompor di dapur.
Menurut keterangan saksi yang disampaikan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi, seorang ibu menyelamatkan anak laki-laki dengan melemparkannya dari lantai tiga ke bangunan di sebelah. Setelah itu, perempuan tersebut ikut melompat untuk menyelamatkan diri.
Api menghalangi jalan turun dari lantai tiga
Roni, karyawan rumah makan berusia 30 tahun, mengatakan anak yang diselamatkan itu adalah anak Siti Ngatiyah. Saat api mengepung, Siti mengarahkan anaknya lebih dahulu ke atap bangunan di seberang. Roni menyebut keduanya berada dalam situasi terdesak.
“Mereka sudah terkepung api. Anaknya yang masih kecil dilemparkan terlebih dahulu ke arah bawah, baru setelah itu ibunya menyusul turun,” kata Roni.
Haikal, karyawan lain berusia 22 tahun, menuturkan Siti semula berada di bagian dapur dan kemudian mengambil anaknya dari kamar. Ketika hendak turun, api terlihat di tangga sehingga jalur keluar itu tidak lagi bisa digunakan dengan aman.
Haikal mengatakan api telah memenuhi ruangan di lantai tiga. Dalam keadaan tersebut, Siti melompat dari bangunan bersama sejumlah karyawan yang juga berusaha menyelamatkan diri. Keterangan para pekerja itu menggambarkan cepatnya situasi berubah setelah api terlihat di area dapur.
Siti dan anaknya dilaporkan selamat. Anak tersebut disebut tidak mengalami luka, sedangkan Siti diduga mengalami luka-luka. Informasi mengenai kondisi mereka disampaikan karyawan rumah makan; laporan kepolisian menyebut ada lima orang terluka dalam kejadian tersebut.
Dugaan kebocoran gas saat pekerja memasak
Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Abdul Wahid mengatakan kebakaran diduga berawal dari kebocoran gas. Berdasarkan kronologi yang disampaikan, pekerja sedang memasak dan hendak mengganti tabung gas ketika api tiba-tiba menyala di dapur lantai tiga.
Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan. Namun, api telanjur membesar dan upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebarannya. Sejumlah pekerja mengalami luka bakar dan dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.
Abdul Wahid menyebut empat pekerja yang terluka bernama Tia, Agung, Yusuf, dan Dede. Sementara itu, AKP Made Budi menyampaikan total korban luka dalam kejadian tersebut berjumlah lima orang. Dua korban dirawat di RS Persahabatan, sedangkan tiga lainnya dirujuk dari rumah sakit itu ke RSCM.
Seorang saksi lain yang sedang membersihkan saluran air melihat asap hitam dan api membesar di lantai tiga dan empat. Setelah melihat kejadian itu, saksi menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Pulogadung. Kebakaran pun segera mendapat penanganan petugas.
Peristiwa di Rawamangun ini menyisakan perhatian pada risiko kebakaran di area dapur, terutama ketika aktivitas memasak dan penggantian tabung gas berlangsung. Penyebab kebakaran masih disebut sebagai dugaan kebocoran gas. Di tengah penyelidikan dan penanganan korban, tindakan cepat para pekerja serta upaya Siti menyelamatkan anaknya menjadi bagian paling menonjol dari kejadian tersebut.
