Sejumlah penumpang KMP Batumandi mendengar suara ledakan sebelum kapal terbakar di alur masuk Pelabuhan Merak, Selasa (20/10). Dua ledakan terdengar dari kamar mesin, menurut seorang penumpang bernama Edi. Insiden itu memicu kepanikan ketika asap memenuhi kapal dan lampu mendadak padam.
Edi mengatakan, ledakan pertama terdengar dari sisi kiri ruang mesin. Setelah itu, asap tipis mulai muncul. Ia mengaku sempat meminta agar pelampung disiapkan, tetapi penumpang lain belum bereaksi.
“Pertama, sebelum kejadian, ada meledak ‘teng’ di mesin sebelah kiri. Habis itu keluar asap kecil,” kata Edi di Pelabuhan Merak.
Situasi berubah setelah suara ledakan kedua terdengar. Menurut Edi, kapal kemudian gelap dan penumpang mulai panik. Ia menutup hidung dengan handuk dan berteriak meminta sekoci diturunkan.
Asap dari ruang mesin memicu kepanikan penumpang
Kesaksian penumpang lain, Ario Saputra, menggambarkan urutan kejadian serupa. Ia mengatakan asap hitam mengepul dari bagian mesin sebelum terdengar ledakan. Kebakaran terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
Ario memperkirakan insiden berlangsung sekitar pukul 16.20 WIB, ketika kapal sudah mendekati Merak. Jaraknya, menurut dia, sekitar 15 menit sebelum kapal seharusnya merapat ke dermaga. Ledakan yang terdengar keras membuat para penumpang panik.
Kepanikan juga muncul saat sirene berbunyi dan kru meminta penumpang mengenakan pelampung. Edi mengatakan ada penumpang yang memilih melompat ke laut. Mereka kemudian ditolong nelayan di sekitar perairan Merak.
Edi juga menyampaikan bahwa sekoci belum diturunkan saat ia meminta bantuan. Kesaksian ini menggambarkan situasi yang dialami penumpang di dalam kapal, sementara proses evakuasi dan penanganan dilakukan oleh petugas di lokasi.
Seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat
Kementerian Perhubungan menyatakan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, Yogie Nugraha, mengatakan informasi itu diterima dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak.
Dalam laporan tersebut, KMP Royce 1 mengabarkan pada pukul 16.56 WIB bahwa penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal itu. Evakuasi disebut mulai berlangsung pada sore hari, setelah insiden dilaporkan saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak.
Menurut informasi awal yang diterima VTS Merak, kebakaran berasal dari kamar mesin. Kapal sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Merak saat keadaan darurat dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB.
VTS kemudian menyampaikan informasi darurat dan mengoordinasikan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait. Bantuan tersebut dikerahkan untuk mendukung pemadaman dan evakuasi penumpang maupun awak kapal.
Penyebab kebakaran KMP Batumandi masih diperiksa
Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyatakan proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung dalam keterangan yang disampaikan kepada media. Ia mengatakan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten berada dalam upaya penanganan di lokasi.
Ario, yang telah dievakuasi ke Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, mengatakan api masih terlihat dari dermaga pada sore hari. Ia juga menyebut dirinya baru selesai menjalani pendataan. Sementara itu, keterangan resmi Kemenhub menyebut seluruh penumpang dan awak telah berada di KMP Royce 1 pada pukul 16.56 WIB.
Hingga informasi tersebut disampaikan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Kemenhub menyatakan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pemicu insiden serta menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Yogie mengatakan VTS Merak terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Ia juga mengingatkan operator kapal agar memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Hasil pemeriksaan nanti akan menjadi dasar untuk menjelaskan penyebab kebakaran dan langkah keselamatan yang perlu diperhatikan dalam pelayaran berikutnya.
