Kontingen Indonesia menempati peringkat kesembilan klasemen medali Asian Para Games 2026 hingga Senin (19/10) pukul 22.45 WIB. Tim Merah Putih mengoleksi 10 medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan delapan perunggu, setelah membuka perburuan medali dengan hasil yang beragam di sejumlah cabang olahraga.
Emas pertama Indonesia dipersembahkan Maulana Rifky Yafianda dari cabang para renang. Ia menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya bebas putra S12. Raihan itu mengawali catatan emas Merah Putih dalam ajang tersebut, sementara atlet-atlet lain juga menambah koleksi medali dari beberapa cabang.
Di posisi kesembilan, Indonesia berada satu tingkat di bawah Thailand. Negeri Gajah Putih mengumpulkan 12 medali, dengan rincian satu emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Adapun Malaysia berada di peringkat ke-12 dan Filipina di posisi ke-13.
Maulana Rifky sumbang emas pertama Indonesia
Maulana meraih emas melalui nomor 100 meter gaya bebas putra S12. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi kontingen Indonesia pada hari pertama pertandingan setelah pembukaan Asian Para Games 2026. Namun, medali emas itu bukan satu-satunya hasil yang dibawa pulang para atlet Merah Putih.
Junaidi menyumbangkan medali perak dari para judo kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1. Ia harus mengakui keunggulan judoka China, Shiwen Zhu. Sementara itu, medali perunggu Indonesia datang dari para balap sepeda, para angkat berat, para tenis meja, para atletik, para judo, dan para renang.
Dengan tambahan dari berbagai cabang tersebut, Indonesia menutup Senin malam dengan total 10 medali. Komposisi satu emas, satu perak, dan delapan perunggu menempatkan Indonesia di bawah Thailand, tetapi masih di atas Malaysia dan Filipina dalam persaingan regional Asia Tenggara.
Reda berharap tambahan emas pada Selasa
Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi perjuangan para atlet yang bertanding di cabang masing-masing. Ia menyebut raihan medali pada Senin sebagai kegembiraan bagi seluruh kontingen sekaligus berharap hasil lebih baik dapat diraih pada hari berikutnya.
“Raihan ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Semoga besok (Selasa) kita bisa mendulang emas lebih banyak lagi, karena pertandingan di cabor-cabor yang kita unggulkan memang masih baru bermain,” ucap Reda Manthovani, Senin.
Pernyataan Reda memberi gambaran bahwa perjuangan Indonesia belum selesai. Ia menyoroti cabang-cabang yang menjadi andalan kontingen dan baru mulai bertanding. Harapan tersebut menjadi bekal bagi atlet untuk melanjutkan persaingan, sementara posisi di klasemen masih dapat berubah seiring hasil pertandingan berikutnya.
China memimpin klasemen medali
China berada jauh di posisi teratas klasemen sementara dengan 62 medali: 26 emas, 20 perak, dan 16 perunggu. Jepang menempati urutan kedua, disusul Uzbekistan di posisi ketiga. India dan Kazakhstan masing-masing berada di urutan keempat dan kelima.
Berikut klasemen medali hingga Senin malam berdasarkan data yang tercatat:
- 1. China: 26 emas, 20 perak, 16 perunggu
- 2. Jepang: 8 emas, 6 perak, 13 perunggu
- 3. Uzbekistan: 6 emas, 10 perak, 7 perunggu
- 4. India: 4 emas, 5 perak, 2 perunggu
- 5. Kazakhstan: 3 emas, 5 perak, 6 perunggu
- 6. Korea Selatan: 3 emas, 3 perak, 5 perunggu
- 7. Iran: 3 emas, 3 perak, 2 perunggu
- 8. Thailand: 1 emas, 7 perak, 4 perunggu
- 9. Indonesia: 1 emas, 1 perak, 8 perunggu
- 10. Mongolia: 1 emas, 1 perak, 1 perunggu
- 11. Arab Saudi: 1 emas, 0 perak, 1 perunggu
- 12. Malaysia: 1 emas, 0 perak, 1 perunggu
- 13. Filipina: 1 emas, 0 perak, 1 perunggu
- 14. Irak: 1 emas, 0 perak, 0 perunggu
- 15. Yordania: 1 emas, 0 perak, 0 perunggu
Angka tersebut menunjukkan persaingan yang masih terbuka bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi. Dengan pertandingan cabang unggulan yang masih berjalan, capaian berikutnya akan menentukan apakah Merah Putih dapat menambah emas dan mendekati negara-negara di atasnya.
