Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan tujuh rekomendasi dan kajian strategis kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa sore, 20 Oktober 2026. Usulan itu mencakup digitalisasi bantuan sosial, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), antisipasi dampak El Nino dan La Nina, hingga reformasi pasar modal.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembahasan juga menyentuh hilirisasi industri, ketahanan energi, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan. Berbagai kajian tersebut disampaikan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam merespons tantangan ekonomi dan menjaga ketahanan nasional.
Pertemuan dihadiri Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, sejumlah anggota DEN, para menteri ekonomi, serta Gubernur Bank Indonesia. Salah satu agenda yang segera memasuki tahap peluncuran ialah sistem digitalisasi perlindungan sosial atau Perlinsos.
Digitalisasi bantuan sosial dan evaluasi MBG
Luhut menyampaikan, portal terpadu Perlinsos dijadwalkan diluncurkan Presiden pada 10 November 2026. Sistem tersebut dirancang untuk mengelola bantuan sosial secara lebih transparan dan memastikan bantuan menjangkau penerima yang tepat.
Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat mengatakan, uji coba digitalisasi Perlinsos telah dilakukan di seluruh 514 kabupaten/kota. Hingga saat ini, 11,5 juta keluarga tercatat dalam sistem tersebut. Pemerintah juga dibantu 775.000 agen Perlinsos yang mendampingi warga dalam proses pendaftaran.
DEN turut melaporkan kajian mengenai dampak MBG terhadap kehadiran siswa, semangat belajar, kualitas menu, dan pemerataan penerima. Menurut temuan yang disampaikan Firman, siswa penerima MBG lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program, dengan kesenjangan yang terlihat cukup besar pada kelompok desil 1 atau masyarakat paling miskin.
Penerima MBG juga dinilai lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Kualitas menu menjadi salah satu faktor yang berpengaruh: 95 persen siswa penerima menyatakan lebih bersemangat ketika memperoleh menu dengan kualitas baik.
Namun, sebaran penerima manfaat per September masih lebih terkonsentrasi di perkotaan daripada di pedesaan. DEN juga mencatat masih banyak siswa dari keluarga mampu yang menerima program, sehingga rekomendasi diarahkan pada prioritas yang lebih baik bagi wilayah 3T, masyarakat pedesaan, dan keluarga miskin.
Antisipasi El Nino-La Nina dan risiko pangan
Perubahan kondisi iklim menjadi perhatian lain dalam pertemuan tersebut. DEN mengingatkan bahwa fenomena El Nino dan La Nina dapat memengaruhi produksi serta ketersediaan pangan. Kondisi pendinginan suhu muka laut yang memicu peningkatan curah hujan berpotensi membawa dampak terhadap produksi, termasuk kemungkinan banjir.
Menurut Luhut, pemerintah perlu menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi dampak alam yang dapat diperkirakan, meski berada di luar kendali manusia. Rekomendasinya mencakup kesiapan stok pangan dan perhitungan jadwal penanaman padi.
DEN juga mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan. Berdasarkan pemetaan tersebut, pemerintah disarankan mengantisipasi kebutuhan pompa serta mengatur waktu penanaman tanaman pangan. Langkah-langkah itu ditujukan untuk membantu menjaga produksi saat kondisi cuaca berubah.
Hilirisasi, energi, dan penanganan karhutla
Di sektor industri, DEN membahas hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium. Pengembangan industri pengolahan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan ekspor nasional.
Ketahanan energi juga masuk dalam agenda. Pembahasan mencakup strategi menjaga harga BBM bersubsidi, memperkuat ekosistem pengadaan bahan bakar, serta meningkatkan ketepatan sasaran subsidi energi.
Adapun penanganan kebakaran hutan dan lahan dinilai penting, terutama melalui pengairan lahan gambut dan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Rekomendasi ini melengkapi langkah antisipasi risiko pangan dan energi yang dibahas dalam pertemuan.
Reformasi pasar modal jadi rekomendasi terakhir
Rekomendasi ketujuh berkaitan dengan respons terhadap gejolak pasar. Pemerintah, menurut laporan DEN, memastikan reformasi pasar modal melalui penguatan penegakan aturan dan tata kelola.
Rangkaian usulan itu menunjukkan luasnya isu yang perlu ditangani, dari efektivitas bantuan sosial dan pemerataan program gizi hingga risiko iklim serta stabilitas pasar. DEN menyampaikan kajian dan data sebagai bahan bagi Presiden dalam mempertimbangkan kebijakan. Tahap berikutnya akan bergantung pada bagaimana rekomendasi tersebut diterjemahkan menjadi langkah yang terukur, terutama pada program yang menyangkut langsung kebutuhan rumah tangga dan ketahanan pangan.
