Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, Mehrdad Akhlaghi, menyatakan kementeriannya siap menjalankan arahan strategis Panglima Tertinggi Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei. Penguatan kesiapan tempur, kemandirian pertahanan, serta percepatan inovasi teknologi akan menjadi prioritas, menurut pernyataan yang diberitakan Kantor Berita Tasnim pada Minggu (1/11/2026).
Akhlaghi mengatakan seluruh kapasitas organisasi, industri, ilmiah, dan teknologi di kementeriannya akan dikerahkan. Tujuannya, menerjemahkan arahan kepada para komandan senior menjadi program dan capaian konkret.
Ia menyebut arahan Mojtaba Khamenei sebagai pedoman strategis untuk memperkuat pertahanan sekaligus menjaga keamanan, kemerdekaan, dan kedaulatan Iran. Pernyataan itu juga menegaskan fokus pemerintahannya pada pengembangan kemampuan militer dalam negeri, mulai dari kesiapan personel hingga riset dan produksi persenjataan.
Kesiapan tempur dan respons terhadap ancaman
Akhlaghi menempatkan peningkatan kesiapan tempur sebagai salah satu agenda utama. Iran, kata dia, perlu mampu merespons ancaman dengan cepat, efektif, dan proporsional, tanpa membatasi respons berdasarkan batas geografis.
Ia juga menekankan percepatan perancangan, produksi, dan penyediaan persenjataan. Penguatan infrastruktur industri dan teknologi disebut menjadi bagian dari upaya tersebut, sehingga kemampuan pertahanan tidak hanya bergantung pada ketersediaan senjata, tetapi juga pada kapasitas untuk mengembangkan dan memproduksinya.
“Setiap bentuk agresi akan dihadapi dengan respons yang proporsional, tegas, dan berdampak,” kata Akhlaghi.
Menurut dia, pihak yang mengancam Iran tidak akan menentukan cakupan, waktu, ataupun konsekuensi dari respons pertahanan negara itu. Pernyataan tersebut menyampaikan sikap bahwa keputusan mengenai respons berada di tangan Iran, tanpa menjelaskan bentuk tindakan tertentu yang akan diambil.
Akhlaghi menyebut penguatan kemampuan pertahanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan daya tanggap. Dengan demikian, rencana yang disampaikan tidak hanya menyangkut pengadaan persenjataan, tetapi juga kesiapan untuk mengoperasikannya ketika dibutuhkan.
Inovasi teknologi dan kemandirian pertahanan Iran
Di bidang teknologi, Akhlaghi mendorong lompatan inovasi dan pengembangan kemampuan pertahanan yang lebih unggul. Ia menilai penambahan persenjataan saja tidak cukup untuk memperkuat pertahanan. Teknologi maju dan solusi inovatif juga diperlukan untuk memengaruhi kalkulasi strategis lawan.
Kementeriannya, kata dia, akan memperkuat arsitektur informasi militer, kapasitas riset dan industri, serta dukungan kepada perusahaan berbasis pengetahuan. Pemerintah juga akan mempercepat penerapan hasil penelitian agar dapat menjadi kemampuan operasional.
Akhlaghi menyatakan generasi muda, ilmuwan, dan tenaga ahli Iran memiliki kapasitas untuk mengatasi keterbatasan serta mengembangkan teknologi pertahanan di dalam negeri. Penekanan pada sumber daya nasional itu sejalan dengan target kemandirian yang disebut sebagai prioritas kementerian.
Pengembangan tersebut menghubungkan kegiatan riset dengan kebutuhan operasional militer. Dalam pernyataannya, Akhlaghi tidak merinci teknologi atau sistem persenjataan tertentu yang akan dikembangkan. Ia menegaskan arah umum berupa peningkatan kemampuan melalui riset, industri, dan inovasi.
Personel dan koordinasi menjadi bagian dari strategi
Selain aspek teknologi dan persenjataan, Akhlaghi menyoroti kompetensi, moral, motivasi, serta kesejahteraan personel dan keluarga mereka. Dukungan sosial, budaya, kesejahteraan, dan pembinaan spiritual, menurut dia, merupakan bagian integral dari misi pertahanan.
Personel yang kompeten dan memiliki motivasi tinggi disebut sebagai modal penting bagi kekuatan angkatan bersenjata. Dengan memasukkan kesejahteraan keluarga dalam agenda, Akhlaghi menggambarkan penguatan pertahanan sebagai upaya yang juga menyentuh kondisi mereka yang menjalankan tugas militer.
Pelaksanaan arahan Panglima Tertinggi akan melibatkan koordinasi dengan Staf Umum Angkatan Bersenjata dan seluruh unsur militer. Kementerian juga akan memanfaatkan kapasitas industri, lembaga riset, serta tenaga ahli nasional untuk mendukung agenda tersebut.
Di akhir pernyataannya, Akhlaghi menegaskan Iran tidak akan lengah menghadapi ancaman, berhenti di bawah tekanan, atau membatasi kemajuan ilmiah dan teknologinya karena kehendak pihak lain. Ia menyatakan komitmen untuk memperkuat kemampuan pertahanan demi menjaga keamanan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah Iran.
Rangkaian prioritas itu menunjukkan bahwa arahan yang disampaikan kepada kementerian mencakup kesiapan militer, kemandirian industri, pengembangan teknologi, dan dukungan bagi personel. Pelaksanaannya akan bergantung pada koordinasi antarlembaga dan kemampuan mengubah riset serta sumber daya nasional menjadi kapasitas pertahanan yang dapat digunakan.
