Sewa kantor di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, berada di kisaran Rp300.000 hingga Rp400.000 per meter persegi per bulan, di luar biaya layanan. Meski tergolong paling mahal di antara kawasan perkantoran Jakarta, tingkat hunian gedung di SCBD mencapai 87,1 persen.
Senior Director of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo, mengatakan kenaikan harga sewa mulai dirasakan di kawasan tersebut. Ia menyampaikan angka itu dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2026, Rabu (7/10/2026).
Data Colliers Indonesia mencatat rata-rata sewa kantor di SCBD sebesar Rp312.000 per meter persegi per bulan. Angka ini berada jauh di atas rata-rata sewa ruang kantor Jakarta yang mencapai Rp219.000 per meter persegi per bulan.
Harga sewa kantor SCBD tertinggi di Jakarta
Selisih antara rata-rata sewa SCBD dan rata-rata Jakarta mencapai Rp93.000 per meter persegi per bulan. Perbandingan itu menunjukkan bahwa perusahaan yang mempertimbangkan ruang kantor di SCBD perlu menyiapkan anggaran sewa lebih besar dibandingkan jika memilih rata-rata kawasan perkantoran di ibu kota.
Kisaran Rp300.000-Rp400.000 yang disampaikan Colliers belum memasukkan service charge atau biaya layanan. Karena itu, angka sewa dasar tersebut tidak serta-merta menggambarkan seluruh biaya yang perlu diperhitungkan perusahaan saat menempati kantor.
Bagus menyebut kenaikan tarif sudah mulai terlihat. Namun, bahan yang disampaikan Colliers tidak merinci besaran kenaikan maupun periode perbandingan harganya. Angka yang tersedia memberi gambaran tentang tingkat sewa saat ini, sekaligus posisi SCBD sebagai kawasan dengan biaya sewa tinggi di Jakarta.
Rata-rata kawasan dapat menjadi salah satu patokan awal bagi perusahaan, tetapi kebutuhan dan pilihan setiap penyewa bisa berbeda. Perusahaan yang mengincar SCBD perlu menimbang biaya sewa bersama fasilitas dan akses yang tersedia di kawasan tersebut. Data yang dipaparkan Colliers menunjukkan bahwa harga tinggi berjalan beriringan dengan tingkat hunian yang juga kuat.
Okupansi SCBD mencapai 87,1 persen
Rata-rata tingkat hunian perkantoran di SCBD tercatat 87,1 persen. Menurut data Colliers, angka itu lebih tinggi dibandingkan kawasan Sudirman di luar SCBD, Thamrin, Rasuna Said, Mega Kuningan, Gatot Subroto, dan Satrio.
Tingkat hunian tersebut memperlihatkan bahwa gedung-gedung di SCBD tetap banyak terisi meski tarif sewanya berada di atas rata-rata Jakarta. Colliers tidak menyebutkan dalam keterangan yang tersedia angka okupansi untuk masing-masing kawasan pembanding, sehingga perbedaan antarkawasan tidak dapat dihitung lebih rinci.
SCBD juga dinilai memiliki sejumlah faktor yang menarik bagi perusahaan. Akses transportasi publik, termasuk MRT, tersedia di kawasan ini. Menurut Colliers, SCBD juga tidak menerapkan kebijakan ganjil-genap.
Head of Research Department Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan daya tarik kawasan tersebut datang dari gabungan kualitas gedung, kemudahan transportasi, dan fasilitas yang berada dalam satu area. Di SCBD terdapat pusat perbelanjaan, hotel, serta pilihan makanan dan minuman.
Fasilitas dan akses jadi pertimbangan penyewa
Ferry menyebut banyak gedung di SCBD memiliki kualitas baik dan memenuhi standar green building. Dalam penjelasannya, ia menggambarkan kawasan itu sebagai lingkungan terintegrasi yang menyediakan beragam kebutuhan di sekitar tempat kerja.
Bagi perusahaan, pertimbangan memilih kantor tidak hanya berhenti pada nominal sewa. Akses menuju kantor, mutu gedung, dan ketersediaan fasilitas dalam kawasan ikut menjadi bagian dari keputusan. Keunggulan yang disebut Colliers membantu menjelaskan mengapa SCBD tetap diminati meski biaya sewanya relatif tinggi.
Dengan rata-rata sewa Rp312.000 per meter persegi per bulan dan okupansi 87,1 persen, SCBD berada pada posisi menonjol di pasar kantor Jakarta. Namun, angka sewa tersebut tetap perlu dibaca bersama biaya layanan yang belum termasuk, serta kebutuhan ruang dan fasilitas masing-masing perusahaan.
Perkembangan tarif dan tingkat hunian berikutnya akan menjadi hal yang patut dicermati oleh pemilik gedung maupun calon penyewa. Untuk perusahaan yang sedang mencari kantor, membandingkan biaya dengan akses serta fasilitas yang diperoleh dapat membantu menentukan apakah SCBD sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.
